SistemOff-Grid. Sistem Off-Grid atau stand alone PV (Photovoltaic) adalah sistem penerapan panel surya yang sudah tidak bergantung dengan jaringan listrik PLN. Alasanya, pada sistem Off-Grid sudah menggunakan baterai untuk menyimpan energi listrik. Karena menggunakan beterai, membuat sistem Off-Grid menjadi lebih mahal.
PerbedaanOn Grid dengan Off Grid 1. PLTS On Grid PLTS On Grid merupakan sistem PLTS yang hanya dapat menghasilkan listrik dari grid (PLN). Jadi PLTS akan 2. PLTS Off Grid
JarwinnSolar Panel pada kesempatan kali ini membahas mengenai perbedaan dan cara kerja sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) On Grid, Off Grid, dan sistem PLTS Hybrid.
Dilihatdari pemasangannya, sistem on grid relatif lebih sederhana dan terjangkau jika dibandingkan dengan sistem off grid. Pemasangan sistem PLTS off grid pun biasanya dilakukan di lokasi yang jauh, terpencil, atau daerah yang tidak memiliki sumber listrik mandiri. Itulah kenapa idealnya PLTS on grid yang memiliki sambungan ke PLN 24 jam lebih cocok digunakan di lokasi yang padat penduduk. Cara menghitung kapasitas PLTS dengan sistem On Grid
SistemPLTS off-grid bekerja secara independen dari jaringan listrik. Apabila terjadi pemadaman jaringan, PLTS dapat terus beroperasi. Tidak ada perubahan dalam layanan atau akses listrik. Sedangkan pada sistem on-grid, dengan menghubungkan ke jaringan maka listrik dapat diakses kapan saja.
Panelsurya bukan lagi suatu hal baru dan sudah banyak diketahui sehingga sudah tidak asing lagi. Namun berbeda dengan istilah PLTS On Grid dan Off Grid. Sobat Trang pasti baru mendengar istilah tersebut bukan? Isilah itu masih asing di kalangan umum, padahal hal itu penting untuk diketahui. Kedua istilah tadi merupakan dua sistem listrik
. Apa perbedaan PLTS on grid dan off grid serta hybrid system? Ketiga sistem ini digunakan dalam PLTS Pembangkit Listrik Tenaga Surya, tetapi terdapat beberapa perbedaan. Ketahui perbedaannya agar Anda memilih sistem PLTS yang tepat sesuai dengan kebutuhan Anda. Berikut ini ulasannya! Apa Itu PLTS? PLTS atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya adalah pembangkit listrik yang mengubah energi surya menjadi energi listrik. PLTS juga termasuk energi terbarukan karena menggunakan energi matahari yang tidak terbatas. Ada tiga jenis PLTS, yaitu PLTS on Grid, Off Grid dan Hybrid. Berikut ini penjelasannya. 1. On Grid System PLTS On-Grid adalah sistem PLTS yang menghasilkan listrik saat ada jaringan listrik PLN. Sistem ini juga dikenal dengan PLTS Grid Tie System terbilang efektif dan efisien karena paling hemat biaya untuk instalasi energi panel surya dibandingkan dengan sistem off-grid. Selain itu, sistem ini tidak memberikan daya cadangan saat jaringan listrik padam. Sistem panel surya on grid cocok untuk diimplementasikan di rumah-rumah. Listrik yang dihasilkan adalah Alternating Current AC sehingga bisa digunakan secara bersama-sama dengan PLN. Dengan demikian, bisa mengurangi pengeluaran biaya listrik bulanan. Dalam instalasi sistem PLTS on-grid, Anda harus mempertimbangkan hal berikut Ada di lokasi dengan akses listrik PLN 24 di lokasi perkotaan dan sekitarnya sebagai lokasi tersebut memiliki atau akan memiliki sertifikat telah terpasang kWh meter EXIM Export-Import atau yang akan dan sedang dalam instalasi kWh meter lokasi rumah, bangunan bisnis, kantor, dan bangunan lainnya yang bertujuan mengurangi biaya listrik bulanan. 2. Off Grid System Sistem Off-Grid adalah sistem PLTS yang mampu menyimpan energi surya dalam baterai saat jaringan listrik padam. Off grid ini cocok untuk daerah yang belum ada akses jaringan listrik PLN. Namun, Sistem Off-Grid terkadang tidak mampu memenuhi kebutuhan beban listrik seutuhnya karena biaya dan volume baterai bisa menjadi sangat tinggi. Kemudian, Sistem Off-Grid memerlukan instalasi yang rumit dibandingkan sistem on-grid. Sistem PLTS Off-Grid menggunakan komponen utama panel surya, charge controller ketahui SCC solar panel, inverter dan baterai. Inverter dalam sistem Off-Grid mempunyai kemampuan bi-directional yang mampu mengisi baterai dan mengambil listrik dari baterai untuk digunakan ke beban. Komponen baterai ini juga membutuhkan perawatan dan penggantian secara berkala. Selain itu, sistem ini cocok untuk daerah terpencil atau yang tidak bisa dijangkau oleh jaringan listrik PLN. Beberapa produk Sistem Off-Grid antara lain Solar Home System SHM, Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya PJUTS dan PLTS komunal untuk sistem berskala besar. 3. Hybrid System Sistem Hybrid adalah gabungan dari 2 sistem atau lebih pembangkit listrik dengan sumber energi yang berbeda. Sistem hybrid ini memanfaatkan energi terbarukan sebagai sumber energi utama primer dan pembangkit listrik lain, seperti PLTS, genset, mikrohydro, dan tenaga angin sebagai energi cadangan sekunder. Sistem ini bisa cocok daerah yang sulit dijangkau oleh jaringan PLN atau PLTD Pembangkit Listrik Tenaga Diesel. Nah, bagaimana cara kerja PLTS? Kelebihan PLTS Berikut ini beberapa kelebihan PLTS, antara lain Sumber Energi yang Tak Terbatas. Energi matahari tentunya sangat berlimpah. Tidak seperti beberapa energi yang lain, energi matahari dapat memasok selama 5 miliar tahun ke depan. Mengurangi Tagihan Listrik. Dengan menggunakan energi surya, Anda bisa menghemat tagihan listrik bulanan. Pasokan Listrik bagi Daerah Terpencil. Untuk wilayah di Indonesia yang tidak mempunyai akses jaringan PLN, PLTS ini menjadi pilihan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan listrik di daerah terpencil. Kemudahan Perawatan. Sistem tenaga surya tidak memerlukan banyak perawatan. Anda hanya perlu membersihkannya beberapa kali dalam setahun. Untuk bagian inverter, bagian yang perlu diganti setelah 5-10 di Bidang Teknologi. Inovasi untuk energi yang berasal dari matahari ini masih terus berkembang dan menjadi inovasi yang sangat bermanfaat untuk keberlangsungan kehidupan. Itulah penjelasan tentang perbedaan on grid, off grid dan hybrid system.
PLTS on-grid adalah salah satu jenis sistem instalasi listrik tenaga surya. Selain on-grid, ada juga sistem instalasi off-grid dan hybrid. Apa perbedaan di antara ketiganya? Benarkah sistem on-grid, off-grid, maupun hybrid menggunakan baterai untuk menyimpan tenaga surya? Untuk mengetahui jawabannya, mari simak ulasan mengenai masing-masing sistem instalasi PLTS on-grid tidak dilengkapi bateraiCiri khas dari sistem instalasi PLTS on-grid adalah tidak adanya baterai. Sebab, sel-sel fotovoltaik yang ada pada sistem on-grid terhubung langsung dengan grid atau jaringan listrik. Jika semisal PLTS menghasilkan daya listrik yang lebih besar dari kebutuhan, maka kelebihan daya tersebut akan dikirimkan kembali ke kelebihan daya tersebut tidak bisa digunakan kembali? Jawabannya bisa. Jaringan akan menyimpan kelebihan daya dari PLTS dan dihitung sebagai surplus. Artinya, jika sewaktu-waktu Anda membutuhkan listrik dan PLTS tidak bisa memproduksi daya yang cukup, maka kelebihan daya tersebut dapat digunakan kerja sistem PLTS on-gridPLTS on-grid hanya bisa bekerja jika terdapat jaringan listrik. Jaringan listrik yang dimaksud di sini adalah jaringan listrik yang disediakan oleh Perusahaan Listrik Negara PLN. Lalu, bagaimana cara kerjanya?Sistem instalasi ini akan dilengkapi dengan sebuah meteran listrik kWh EXIM export-import yang disediakan PLN. Saat bekerja, PLTS akan menerima panas matahari yang kemudian diubah menjadi arus DC searah. Arus listrik tersebut kemudian dikirimkan ke inverter yang mengubahnya menjadi arus AC bolak-balik. Terakhir, sistem akan mengirimkan arus ke meteran EXIM untuk sinkronisasi dengan arus listrik instalasi on-grid tidak terlalu kompleks dan makan tempat. Maka, tidak mengherankan jika instalasi model ini banyak digunakan di area perkantoran dan perumahan. Namun, perlu diingat juga, sistem on-grid baru bisa bekerja jika terdapat jaringan listrik PLTS off-grid dilengkapi bateraiSelain PLTS on-grid, ada juga sistem PLTS off-grid. Berbeda dengan sistem instalasi sebelumnya, sistem ini dilengkapi baterai atau terkadang genset. Fungsinya adalah sebagai cadangan energi jika sewaktu-waktu instalasi PLTS tidak bisa memproduksi daya listrik yang off-grid juga tidak memerlukan grid atau jaringan untuk bisa bekerja. Sebab, sistem yang satu ini didukung oleh standalone fotovoltaik. Sel-sel fotovoltaik yang digunakan tidak bergantung pada jaringan listrik di sekitarnya untuk memproduksi arus listrik sekaligus menyimpan kelebihan daya off-grid sangat cocok untuk daerah yang belum dialiri listrik dari PLN. Penggunaan baterai bisa menjadi solusi jika sewaktu-waktu tidak ada matahari atau cuaca sedang buruk. Selain itu, off-grid juga cocok untuk lokasi yang luas karena instalasinya sendiri punya lebih banyak komponen dibanding kerja sistem PLTS off-gridPLTS off-grid tidak terhubung dengan jaringan listrik di sekitarnya. Itu artinya, PLTS off-grid tidak terkoneksi dengan PLN. Untuk cara kerja, sebenarnya tidak terlalu jauh berbeda dengan sistem on-grid. Hal yang membedakan hanyalah adanya penggunaan baterai untuk menyimpan kelebihan daya pada sistem PLTS on-grid arus listrik AC yang diproduksi inverter akan dikirimkan ke jaringan PLN, dalam sistem PLTS off-grid tidak demikian. Alih-alih dikirimkan ke PLN, listrik akan disimpan dalam sebuah baterai khusus. Saat PLTS tidak bisa memproduksi daya yang cukup, cadangan listrik dalam baterai baru bisa baterai juga berlaku pada sistem PLTS hybridTerakhir ada sistem PLTS hybrid. Dinamakan hybrid karena sistem instalasi ini merupakan perpaduan dari dua sistem instalasi yang telah dijelaskan di atas, yaitu sistem on-grid dan seperti off-grid, sistem hybrid juga menerapkan penggunaan baterai untuk menyimpan kelebihan daya listrik yang diproduksi PLTS. Namun, jika PLTS dan baterai tidak dapat menyuplai listrik sesuai kebutuhan, PLTS hybrid bisa mengambil daya listrik dari jaringan PLN seperti sistem ketiga sistem PLTS di atas, mana yang paling cocok untuk Anda? Jawabannya, sesuaikan dengan kondisi lahan. Jika lahan yang tersedia sempit, tapi sudah dialiri listrik dari PLN, on-grid bisa dipilih. Namun, jika belum dialiri listrik PLN, sistem off-grid adalah solusi tempat tinggal Anda lebih mendukung sistem PLTS on-grid? SolarKita siap membantu proses instalasinya untuk Anda. Di SolarKita, proses instalasi PLTS akan dipandu dari awal hingga nanti sistem sudah terpasang di hunian Anda. Klik di sini untuk mulai konsultasi dengan tim SolarKita!
Saat ini panel surya sudah marak digunakan di kalangan masyarakat. Alasan penggunaannya juga berbagai macam, ada yang memang menggunakan untuk menghemat pengeluaran karena lebih sedikit bayar ke PLN, ada yang menggunakan hanya sekedar tren gaya hidup, dan ada juga yang memasang dengan alasan lebih ramah lingkungan. Apapun alasannya, semua itu boleh dan sah-sah saja, ada hal penting yang tidak boleh dilupakan dalam penggunaan panel surya, yaitu sistem yang diterapkan. Seperti diketahui, terdapat beberapa sistem yang dapat digunakan dalam penggunaan panel surya. Berikut adalah penjelasan dari sistem-sistem On-GridSistem on-grid adalah sistem penerapan panel surya yang masih terhubung dengan jaringan PLN. Sistem ini juga biasa disebut sebagai grid tie atau grid interactive. Selain itu, sistem ini juga terbilang lebih murah. Untuk sistem kerjanya sebagai berikutPanel surya mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik. Arus searah DC.Selanjutnya, listrik DC diubah lagi oleh inverter sehingga menjadi AC atau sama dengan listrik diubah, listrik dialirkan langssung ke jaringan listrik PLN. Selanjutnya, energi listrik dapat digunakan untuk alat elektronik yang ada dirumah.Gambar SolarReviewsJika Anda ingin menerapkan sistem On-Grid, PLN sudah menyediakan KWH exim. Supaya jika produksi listriknya melimpah atau kelebihan, listrik dapat dieksport dan dibeli oleh PLN. Namun, sistem On-Grid juga memiliki kekurangan. Salah satunya, apabila jaringan listrik PLN mati maka sistem On-Grid juga ikut dari cara kerja sistem On-Grid di atas, dapat disimpulkan beberapa faktor yang perlu kalian pertimbangkan ketika hendak menerapakan sistem On-Grid, diantaranyaTersedia listrik PLN 24 rumah di perkotaan atau minimal bukan daerah terpencil yang susah dijangkau Off-GridSistem Off-Grid atau stand alone PV Photovoltaic adalah sistem penerapan panel surya yang sudah tidak bergantung dengan jaringan listrik PLN. Alasanya, pada sistem Off-Grid sudah menggunakan baterai untuk menyimpan energi listrik. Karena menggunakan beterai, membuat sistem Off-Grid menjadi lebih mahal. Untuk cara kerjanya sebagai berikutPanel surya mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik. Arus searah DC.Energi listrik harus dikontrol arus dan tegangannya menggunakan SCC Solar Charge Controller.Dari SCC kemudian energi listrik di-charge atau diisikan ke pada beterai masih DC maka untuk dapat digunakan ke alat elektronik rumah harus diubah dulu ke AC. Utuk itu, dari baterai langsung ke inverter dan lanjut ke alat elektronik di dalam rumah.Gambar SolarReviewsDengan keunggulan dan kelemahan yang dimiliki sistem off-grid, membuat sistem ini memiliki beberapa faktor pertimbangan jika ingin menerapkannya, diantaranyaRumah terletak di daerah terpencil sehingga sulit dijangkau jaringan listrik rumah yang sudah teraliri listrik, tetapi sering mendapatkan pemadaman HybridSistem Hybrid adalah penggabungan dari sistem On-Grid dan Off-Grid. Jadi, pada sistem ini bisa di sambungkan langsung ke jaringan listrik PLN. Namun, bisa juga digunakan untuk menyimpan energi listrik karena sudah menggunakan beterai.Gambar SolarReviewsManfaatnya jika kamu menerapkan sistem ini adalah ketika siang hari kamu bisa menggunakan energi matahari secara langsung, tetapi jika terjadi pemadaman atau bahkan ketika di malam hari, tetap bisa digunakan karena memiliki energi yang tersimpan di dalam dari sistem ini tentu saja soal biaya. Yup, karena pada sistem ini tetap menggunakan beterei untuk menyimpanan energi lisrtik.
Meskipun telah menjadi tren global, penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya PLTS di Indonesia terbilang masih sangat rendah. Kurangnya edukasi baik dari sisi manfaat PLTS, cara pemasangan, serta biaya yang cukup tinggi menjadi beberapa faktor yang menghambat penggunaan PLTS di Indonesia. Dorongan penghematan penggunaan listrik konvensional berbahan bakar fosil mendorong pemerintah semakin gencar melakukan sosialisasi dan menjadikan kantor-kantor pemerintahan di berbagai daerah menjadi role model pemasangan PLTS on-grid. Upaya pemerintah tersebut sudah mulai membuahkan hasil. Minat dan keingintahuan masyarakat terhadap PLTS semakin meningkat. Meskipun begitu, masih banyak yang kurang memahami bahwa ada beberapa jenis PLTS yang memiliki spesifikasi, karakteristik dan fungsi yang berbeda. Dua di antaranya yang cukup populer digunakan adalah PLTS on-grid dan PLTS off-grid. Apa perbedaan antara kedua jenis PLTS tersebut? Silakan simak penjelasan selengkapnya di bawah ini! Mengenal PLTS On-grid Sesuai namanya, PLTS on-grid merupakan jenis yang dapat bekerja bila aliran listrik terhubung dengan daya dari PLN. Oleh sebab itu, masyarakat yang ingin melakukan instalasi PLTS on-grid harus telah terdaftar sebagai pelanggan PLN dan menggunakan meteran listrik pascabayar. PLTS on-grid umumnya ditempatkan pada atap bangunan yang dapat terkena sinar matahari langsung tanpa penghalang apapun. Dalam instalasinya dibutuhkan sebuah alat yang bernama meteran ekspor-impor exim. Meteran exim tersebut berfungsi untuk menyimpan kelebihan daya yang diproduksi unit PLTS saat siang hari. Tabungan energi tersebut nantinya akan mengurangi perhitungan daya yang digunakan dari listrik PLN ketika malam hari. Besarnya pengurangan sesuai dengan nilai listrik yang di ekspor ke PLN dikali 65%. Sekilas Tentang PLTS Off-grid PLTS off-grid memiliki karakteristik yang berbeda dengan jenis PLTS on-grid. Saat menggunakan PLTS off-grid, pelanggan tidak diwajibkan terhubung dengan jaringan listrik PLN. Oleh sebab itu, PLTS off-grid sering dijumpai di daerah-daerah yang tidak terjangkau akses listrik PLN. Hal ini karena daerah tersebut tidak terhubung dengan jaringan listrik PLN dan PLTS off-grid umumnya membutuhkan dukungan baterai sebagai tempat penyimpanan daya ketika PLTS tidak mendapat sinar matahari. Dengan mengandalkan baterai sebagai satu-satunya media penyimpanan daya untuk suplai listrik ketika panel tidak dapat menghasilkan energi listrik, maka besarnya kapasitas penyimpanan baterai sangat berpengaruh. Penggunaan baterai sebagai penyimpanan energi listrik juga mengakibatkan biaya instalasi PLTS off-grid umumnya lebih besar. Selain membutuhkan banyak peralatan khusus, pemasangan perangkat juga cenderung lebih rumit, seperti diperlukannya pemasangan inverter sentral, meteran kWh serta baterai itu sendiri. Dalam segi perencanaan, pemasangan PLTS off-grid juga perlu memperhitungkan besarnya ukuran panel surya serta kapasitas baterai agar dapat memenuhi beban penggunaan listrik harian. Pengguna tentu tidak ingin kehabisan daya listrik saat malam hari dan terganggu aktivitasnya. Perencanaan perawatan berkelanjutan serta penggantian baterai secara berkala juga perlu diperhitungkan dengan matang, karena pada umumnya, masa pakai baterai jauh lebih singkat daripada usia pakai panel surya. Kesimpulan Perbedaan PLTS On-grid dan PLTS Off-grid Berdasarkan pembahasan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan tentang beberapa perbedaan mendasar antara PLTS on-grid dengan PLTS off-grid sebagai berikut Keterhubungan dengan jaringan PLN Pemasangan PLTS on-grid harus tersambung dengan jaringan PLN, sedangkan pada PLTS off-grid tidak membutuhkan sambungan dengan jaringan PLN. Medan yang cocok Pada PLTS on-grid, pengguna harus sudah terdaftar sebagai pelanggan PLN dengan jenis tagihan pascabayar. Sedangkan PLTS off-grid cocok digunakan pada daerah-daerah yang tidak terjamah aliran listrik PLN. Perangkat yang dibutuhkan Pada PLTS on-grid, penggunaan baterai tidak diperlukan. Pelanggan hanya perlu memasang meteran exim sebagai pengukur besarnya daya yang digunakan dari PLN dan sisa energi yang ditabung. Sedangkan pada PLTS off-grid baterai menjadi komponen penting sebagai tempat penyimpanan daya listrik. Biaya instalasi dan perawatan Kerumitan instalasi dan komponennya, menyebabkan biaya yang dikeluarkan untuk instalasi dan perawatan PLTS off-grid umumnya lebih besar dibandingkan PLTS on-grid. Rata-rata, pengeluaran pada PLTS off-grid mencapai empat kali lipat daripada pada PLTS on-grid. Orang-orang yang berada di daerah dengan jangkauan jaringan PLN, umumnya lebih banyak memilih PLTS On-grid. Penggunaan yang lebih mudah juga membuatnya lebih banyak diminati, terlebih yang didukung dengan sistem monitoring digital seperti panel surya Catur Elang Energi. Pengguna dapat mengetahui secara real-time mengenai daya yang dihasilkan oleh panel dan besar penggunaannya. Ingin mengetahui lebih banyak tentang hal tersebut? Silakan menghubungi tim marketing CEE! Septiani Post navigation
JARWINN menyediakan jasa pemasangan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya On-Grid dan Off-Grid. Tapi apa perbedaan dari kedua sistem PLTS tersebut. Berikut ini adalah sedikit penjelasan singkat mengenai perbedaan PLTS On-Grid dan PLTS Off-Grid. PLTS On-Grid Untuk Menghemat Biaya Listrik Bulanan Secara Signifikan On-Grid adalah sistem PLTS yang akan menghasilkan listrik dari panel surya dan juga berkombinasi dengan listrik PLN. Sistem PLTS akan mengirimkan kelebihan produksi listrik yang dihasilkan ke PLN eksport-impor atau dapat dikreditkan untuk pemakaian listrik selanjutnya. Namun perlu diperhatikan dalam proses ekspor-impor listrik ini diperlukan meteran listrik khusus, yakni meteran EXIM. PLN sendiri telah menyediakan meteran exim yang dapat menunjang proses ekspor-impor listrik dari PLTS ke jaringan listrik PLN. Sistem On-Grid ini termasuk sistem PLTS yang sederhana serta merupakan sistem yang efektif dalam segi biaya. Komponen utama dalam PLTS On-Grid adalah panel surya serta inverter. Sistem On-Grid untuk penghematan tagihan listrik dapat mencapai 50%. Namun sistem ini memiliki kekurangan yaitu pada kasus listrik PLN padam, maka untuk sistem On-Grid secara otomatis juga ikut padam. Hal ini dikarenakan sistem ini tidak memiliki baterai, mengingat dalam pembangkitannya PLTS On-Grid bergantung pada listrik PLN untuk dapat menggenerasi listrik. PLTS On-Grid merupakan sistem yang jauh lebih ekonomis dan cocok untuk lokasi yang jarang mati lampu karena meskipun sistem ini tidak menggunakan baterai untuk dapat menyimpan energi listrik tetapi harga dari sistem PLTS On-Grid jauh lebih terjangkau. PLTS Off-Grid Pembangkit Listrik Tenaga Surya Dengan Sistem Mandiri Yang Hanya Mengandalkan Energi Sinar Matahari Sistem Off-Grid adalah sistem PLTS yang mandiri dan hanya tergantung pada solar panel dan baterai. Sistem ini tidak terhubung dengan PLN dan tidak melakukan export kelebihan energi listrik hasil solar panel ke PLN. Sistem PLTS Off-Grid sangat cocok untuk lokasi terpecil yang tidak terjangkau oleh jaringan listrik PLN karena sistem ini bisa memenuhi kebutuhan listrik tanpa adanya listrik dari PLN dan tidak perlu kuatir adanya pemadaman listrik. Hanya saja untuk sistem Off-Grid tidak bisa memenuhi semua kebutuhan daya listrik secara maksimal sedangkan untuk harga material baterainya saat ini masih sangat tinggi. Selain itu, pengaturan panel surya dan jumlah baterai yang diperlukan cukup kompleks pada sistem Off-Grid, harus lebih detail analisis dari kebutuhan listrik yang di perlukan dalam penggunaan daya yang di butuhkan, Komponen utama dari sistem PLTS Off-Grid adalah panel surya, charge controller, inverter, serta baterai. Untuk informasi lebih lanjut mengenai sistem PLTS On-Grid dan Off-Grid ini, anda dapat menghubungi JARWINN sekarang juga di berbagai sarana media kontak yang telah kami sediakan. JARWINN menyediakan berbagai macam pilihan sistem PLTS yang sesuai dengan kebutuhan anda dengan kualitas terjamin dan after sale service yang memuaskan.
PLTS On Grid PLTS On Grid adalah istilah untuk menyebut sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya PLTS yang berfungsi untuk mengubah energi dari panas matahari menjadi energi listrik. Sistem ini yang pada umumnya digunakan pada bangunan rumah, kantor, atau pabrik. Salah satu solusi paling efektif untuk efisiensi biaya listrik karena mampu menghemat biaya listrik bulanan secara signifikan. PLTS tipe ini dipasang pada bagian atap atau gedung, supaya dapat menerima panas matahari secara optimal. Nantinya panas yang diterima akan diubah menjadi arus listrik searah DC dan oleh inverter diubah menjadi arus bolak-balik AC. Setelahnya baru kemudian disinkronkan dengan arus listrik dari PLN. PLTS Off Grid PLTS Off Grid adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya dengan sistem yang mengandalkan energi matahari sebagai satu-satunya sumber energi. Sehingga berbeda dengan tipe on-grid, tipe ini tidak disinkronkan dengan listrik PLN. Biasanya sebagai cadangan, didukung dengan genset atau baterai untuk menyimpan energi. Sistem yang juga disebut dengan Stand Alone PV Photovoltaic ini sangat cocok untuk gedung yang sulit dijangkau oleh jaringan PLN, karena sifatnya yang mandiri dan mengandalkan baterai. Kementrian ESDM menyarankan penggunaan baterai dengan cadangan minimal 3 hari sebagai bentuk antisipasi cuaca yang kurang mendukung dengan intensitas cahaya matahari rendah. PLTS Hybrid PLTS Hybrid adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya yang didukung oleh teknologi Hybrid, maksudnya, sistem listrik yang dihasilkan oleh panel surya dapat digabungkan dengan listrik dari PLN. Dengan harapan nantinya sistem tersebut memudahkan pengguna untuk mendapatkan dukungan energi listrik yang optimal sekaligus antisipasi saat terjadi kekurangan daya atau pemadaman. Listrik yang dihasilkan dari sistem PLTS tipe ini nantinya akan disimpan ke dalam baterai cadangan, seperti yang diterapkan pada PLTS Off-Grid. Bedanya jika di tipe Off-Grid, kekurangan cadangan listrik dari baterai diatasi oleh genset. Sedangkan untuk tipe ini, secara otomatis akan dicadangkan oleh listrik dari PLN. Berdasarkan dari penjelasan pengertian PLTS On-Grid, Off-Grid dan Hybrid di atas, bisa didapatkan kesimpulan bahwa PLTS On-Grid dan Hybrid dapat menjadi solusi yang efektif untuk memenuhi kebutuhan energi listrik rumah, pabrik maupun kantor. Terutama untuk bangunan-bangunan yang berada di jangkauan jaringan PLN. Perbedaannya adalah untuk menerapkan sistem On-Grid tidak dibutuhkan baterai penyimpan cadangan energi listrik. Sedangkan untuk tipe Hybrid dibutuhkan tetap baterai tersebut meskipun ada cadangan dari listrik PLN. PLTS Off-Grid dapat menjadi solusi yang cemerlang untuk mengatasi kebutuhan listrik, khususnya di area yang masih sulit dijangkau oleh listrik PLN karena sistem ini bisa memenuhi kebutuhan energi listrik secara mandiri. Dengan konsekuensi penyediaan baterai penyimpan cadangan yang lebih besar dan genset sebagai antisipasi saat cuaca kurang mendukung. Apapun sistem yang diterapkan, satu hal yang pasti adalah PLTS dapat menjadi solusi untuk kebutuhan listrik masa depan, karena menghemat biaya listrik secara signifikan dibandingkan menggunakan sumber energi fosil seperti batubara. Selain itu juga dapat menjadi investasi yang menguntungkan karena PLTS terbukti lebih ramah lingkungan karena jumlah polusi yang jauh lebih sedikit.
perbedaan plts on grid dan off grid